Tips Bagaimana Memilih Rumah Idaman

Memiliki rumah pasti jadi salah satu cita-cita setiap keluarga, dengan semakin naiknya harga properti membuat kita terkadang banyak memiliki pertimbangan dalam memilih rumah rumah tinggal. Hal-hal berikut yang perlu anda jadikan pertimbangan ketika memilih rumah hunian.

Sesuaikan Dengan Kebutuhan Keluarga

Apakah anda pasangan yang baru menikah? Atau anda keluarga dengan anak-anak balita? Atau anak-anak anda sudah beranjak besar. Jumlah anggota keluarga jadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan ketika membeli sebuah hunian. Karena rumah tersebut akan anda tempati selama belasan tahun. Sesuaikan kebutuhan ruangan dengan jumlah keluarga anda. Luasan bangunan sebenarnya masih dapat direnovasi dikemudian hari apabila membutuhkan tambahan ruangan, namun hendaknya hal tersebut juga perlu dipertimbangkan di awal.

Pastikan Anda Pilih Lokasi Yang Strategis

Pilih lokasi yang dekat dengan kegiatan aktifitas anda, baik bekerja maupun untuk anak sekolah. Serta perhatikan fasilitas umum yang terdapat di sekitarnya. Seperti pasar, sarana kesehatan, sekolah, dan tempat hiburan. Kalaupun budget anda tidak mencukupi untuk mendapatkan hunian yang dekat dengan tempat bekerja, pilihlah lokasi dengan sarana transportasi yang paling memudahkan untuk anda berangkat bekerja, seperti dekat dengan stasiun kereta, terminal bus, atau terminal angkot, atau jika anda membawa kendaraan sendiri perhatikan jalur lalu lintas antara rumah dan kantor, pilihlah yang paling minimal tingkat kemacetannya.

Rumah baru VS Rumah Lama

Anda memiliki dua pilihan ketika membeli sebuah rumah, apakah anda beli rumah yang baru jadi? Atau anda membeli rumah bekas. Atau rumah yang pernah ditinggali. Ada beberapa plus minus yang perlu anda tahu antara membeli rumah bekas atau rumah baru.

  1. Segi Harga 
    Harga rumah bekas relatif lebih murah dibanding rumah baru. Anda dapat memiliki hunian dengan luas yang lebih besar atau lokasi yang lebih strategis dengan harga yang sama jika anda memilih untuk membeli rumah bekas.  Rumah baru cenderung lebih mahal, namun lebih mudah pengurusan KPR nya ke bank, dan lebih aman dari segi surat-surat karena pengurusannya sdh diuruskan oleh pihak developer.

  2.  Fasilitas dan lingkungan
    Rumah bekas berada pada lokasi lingkungan yang sudah terbentuk, biasanya sudah terdapat fasilitas umum seperti rumah ibadah, pasar, sekolah, dan umumnya sarana transportasi umum juga sudah tersedia. Lingkungannya sudah terbentuk dengan adanya tetangga, umumnya rumah bekas berada di lingkungan yang sudah jadi dan beragam orang yang tinggal disekitarnya. Untuk anda yang suka bersosialisasi akan lebih cocok membeli rumah bekas.

    Untuk rumah baru sekarang ini umumnya dibuat dalam model cluster , keuntungannya dari segi keamanan lebih terjaga. Namun umumnya kalau perumahannya masih baru sekali, belum ada banyak yang tinggal di sekitarnya, dan fasilitas umum yang ada pun terbatas.

  3. Kualitas bangunan
    Kualitas bangunan pada rumah lama perlu anda cermati sebelum membeli, apakah pondasinya masih bagus, apakah ada retak pada bangunan, apakah konstruksi atapnya menggunakan kayu atau galvalum, hal tersebut berpengaruh pada butuh tidaknya anda melakukan renovasi setelah membeli rumah tersebut.

    Untuk rumah baru cenderung lebih memudahkan pembeli, karena pemilik hanya perlu memikirkan penataan interior yang diinginkan, kualitas bangunan relatif masih bagus. Dan umumnya rumah baru masih dalam masa asuransi, atau garansi dari pihak developer mengenai masalah kebocoran, dll.

Nilai Investasi

Lokasi sangat menentukan nilai investasi sebuah bangunan properti atau dalam hal ini hunian, seperti contohnya di palembang, rumah dijual di palembang  mengalami kenaikan nilai yang signifikan selama 3 tahun belakangan ini karena adanya pembangunan LRT serta persiapan palembang menghadapi ASEAN GAMES 2018. Pilihlah lokasi yang kedepannya dapat menaikkan nilai investasi hunian anda. Sehingga rumah anda tidak hanya berfungsi sebagai hunian namun juga investasi masa depan anda.