Pemkab Bojonegoro Berencana Normalisasi 35 Embung di 2020

Pada tahun 2020 ini rencananya pemerintah kabupaten Bojonegoro akan melakukan normalisasi dan rehabilitasi pada 35 embung atau danau buatan yang tersebar di 7 wilayah. Nanitnya ke 35 danau buatan itu akan menggunakan material geomembrane sebagai lapisan anti bocor.

Berdasarkan keterangan dari Kepala bidang Air Baku dan Irigasi, Dinas PU SDA Kabupaten Bojonegoro, Iwan Kristian ST. Bahwa pemerintah akan menyediakan anggaran sebesar Rp 1,8 miliar untuk menormalisasi dan merehabilitasi ke 35 embung tersebut. Sementara untuk anggaran pengadaan geomebrane secara keseluruhan sebesar Rp 1,7 miliar.

“Total anggaran untuk normalisasi dan rehabilitasi embung pada 2020 mendatang sebesar 3,5 miliar rupiah,” tutur Iwan Kristian ST, Senin (02/12/2019).

Iwan Kristian ST juga menjelaskan embung yang akan menggunakan lapisan geomembrane dari 7 lokasi tersebut adalah Embung Megale Kecamatan Kedungadem, Embung Tlogogagung Kecamatan Kedungadem, Embung Sugihwaras Kecamatan Sugihwaras, Embung Bobol Kecamatan Sekar, Embung Geger Kecamatan Kedungadem, Embung Drokilo Kecamatan Kedungadem; dan Embung Pragelan Kecamatan Gondang.

“Alasan penggunaan geomembrane untuk 7 embung tersebut guna mengurangi daya serap air ke tanah. Sehingga kapasitas air terjaga hingga berguna untuk masa tanam kedua.” kata Iwan Kristian.

Proyek rehabilitasi embung ini sendiri adalah usulan dan pengajuan proposal dari desa yang telah disetujui oleh pemerintah kabupaten Bojonegoro, sehingga Iwan juga menyarankan jika ada desa yang ingin melakukan rehabilitasi dan normalisasi embung dapat mengajukan proposal kepada Pemerintah kabupaten.

Diwilayah Bojonegoro sendiri terdapat 524 embung dan 204 embung mengalami kerusakan seperti terjadinya pendangkalan, selain itu sejumlah embung juga perlu dilakukan perluasan karena air yang tertampung tidak mencukupi kebutuhan petani di musim kemarau hingga musim tanam kedua.

Adapun jenis dan jumlah kerusakan embung-embung tersebut antara lain: Perlu dilakukan normalisasi sebanyak 89 embung; Perlu normalisasi dan rehab bangunan Inflow atau Outflow sebanyak 6 embung; perlu normalisasi dan perluasan sebanyak 47 embung; perlu perluasan sebanyak 52 embung; perlu rehabilitasi sebanyak 9 embung dan perlu perbaikan tanggul sebanyak satu embung.