Perkuatan Tanah Dasar Menggunakan Geotekstil

Saat ini pembangunan infrastruktur tengah digenjot mulai dari pembangunan jalan, bandara, kereta api cepat, MRT, LRT, dan masih banyak lagi. Dari semua Infrastur yang memiliki persamaan yaitu dibangun diatas tanah, untuk itu struktur tanah harus dipastikan dapat mendukung bangunan atau beban diatasnya.

Masalahnya mayoritas tanah dasar di Indonesia tergolong dalam jenis tanah lunak memiliki daya dukung yang rendah sehingga akan mempengaruhi kestabilan timbunan di atasnya, jika hal ini dibiarkan saja dengan melakukan pembangunan tanpa memperbaiki tanah dasarnya maka akan menyebabkan mempengaruhi kestabilan timbunan di atasnya.

Metode Perkuatan Geotextile

Saat ini metode perkuatan tanah yang umum digunakan adalah perkuatan tanah dasar menggunakan geotekstil, secara garis besar penggunaan geotekstil ini di gelar diatas tanah lunak kemudian dilakukan penimbunan diatasnya.

Material geotekstil ini adalah salah satu jenis dari material geosintetik, dan masi dibagi lagi dalam dua jenis yaitu geotekstil woven dan geotekstil non woven, untuk tujuan perkuatan tanah lunak biasanya menggunakan woven geotekstil, sedangkan non woven geotekstil lebih pada tujuan sebagai filtrasi. Keduanya terbuat dari bahan polimer yang bernama polypropylene, sedangkan khusus non woven geotekstil ada yang terbuat dari bahan Polyester fibre.

Geotekstil Woven
Geotextile Non Woven

Baca Juga : Pemkab Bojonegoro Berencana Normalisasi 35 Embung di 2020

Namun tidak semua kondisi tanah dasar cocok dilakukan perkuatan hanya dengan metode geotextile, beberapa kasus ada yang menggunakan geogrid, geocomposite, atau Prefabricated Vertical Drain. Oleh karena itu dibutuhkan observasi area yang akan dilakukan perkuatan dan perencanaan yang matang agar pemilihan material geosintetik sesuai dengan yang dibutuhkan.

Jika menggunakan geotextile pun masih banyak faktor yang menentukan jenis geotextile seperti apa dan kelas berapa yang akan digunakan, karena hal ini bergantung dari perencanaan seberapa besar beban yang akan ditahan oleh permukaan tanah. Untuk perkuatan jalan yang hanya dilewati beban ringan seperti sepeda motor dan pejalan kaki tentunya spesifikasi geotextile yang digunakan akan berbeda dengan jalan yang akan dilewati beban truk.

Geotekstil sendiri sejatinya digunakan sebagai separator antara tanah dasar dan tanah perkuatan diatasnya yang mana dapat menyalurkan beban diatasnya secara merata sehingga kondisi tanah menjadi lebih stabil dan juga berfungsi sebagai flitrasi yang dapat meneruskan aliran air dibawah dan mencegah partikel tanah agregat bercampur dengan tanah lunak, sehingga keruntuhan struktur perkuatan dapat dihindari.

Seperti terlihat gambar dimana tanah yang menggunakan perkuatan geotekstil lebih stabil dalam menahan beban diatasnya, sedangkan pada gambar yang tidak menggunakan geotextile terjadi keruntuhan struktur tanah perkuatan akibat tercampurnya agregat dengan tanah dasar sehingga kondisi jalan diatasnya menjadi rusak, berlubang dan bergelombang.

Baca Juga : Beton Tetrapod Untuk Konstruksi Pemecah Ombak

Secara biaya penggunaan geotextile ini sangat ekonomis karena harga geotextile woven & non woven lebih murah jika dibandingkan menggunakan metode perkuatan lainnya, kalau dulu metode yang digunakan adalah dengan lapisan lembaran metal, dan saat ini sudah banyak ditinggalkan dan beralih menggunakan geotekstil.